[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"surah-detail-97":3,"surah-ayahs-97":11,"tafsir-summary-97-id":47},{"number":4,"name_arabic":5,"name_latin":6,"name_translation_id":7,"name_translation_en":8,"revelation_type":9,"total_ayahs":10},97,"سُورَةُ القَدۡرِ","Al-Qadr","Kemuliaan","The Power, Fate","Meccan",5,{"data":12,"page":14,"limit":46,"total":10,"total_pages":14},[13,23,29,35,41],{"surah_number":4,"ayah_number":14,"juz":15,"page":16,"sajdah":17,"text_arabic":18,"text_latin":19,"translations":20,"audio":22},1,30,598,false,"بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ","Innaa anzalnaahu fee lailatil qadr",{"id":21},"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.",null,{"surah_number":4,"ayah_number":24,"juz":15,"page":16,"sajdah":17,"text_arabic":25,"text_latin":26,"translations":27,"audio":22},2,"وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ","Wa maa adraaka ma lailatul qadr",{"id":28},"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?",{"surah_number":4,"ayah_number":30,"juz":15,"page":16,"sajdah":17,"text_arabic":31,"text_latin":32,"translations":33,"audio":22},3,"لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌۭ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍۢ","Lailatul qadri khairum min alfee shahr",{"id":34},"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.",{"surah_number":4,"ayah_number":36,"juz":15,"page":16,"sajdah":17,"text_arabic":37,"text_latin":38,"translations":39,"audio":22},4,"تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍۢ","Tanaz zalul malaa-ikatu war roohu feeha bi izni-rab bihim min kulli amr",{"id":40},"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.",{"surah_number":4,"ayah_number":10,"juz":15,"page":16,"sajdah":17,"text_arabic":42,"text_latin":43,"translations":44,"audio":22},"سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ","Salaamun hiya hattaa mat la'il fajr",{"id":45},"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.",20,{"surah_number":4,"ayah_number":14,"source":48,"language":49,"name":50,"text":51},"id-kemenag","id","Tafsir Kemenag RI","Terdapat empat tempat dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang penurunannya kepada Nabi saw yaitu:\n\n1.Dalam Surah al-Qadr.\n\n2.Dalam Surah ad-Dukhan, yaitu pada firman-Nya:\n\nha Mim. Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas, sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (ad-Dukhan\u002F44: 1-6)\n\n3.Dalam Surah al-Baqarah, yaitu pada firman-Nya:\n\nBulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). (al-Baqarah\u002F2: 185)\n\n4.Dalam Surah al-Anfal, yaitu pada firman-Nya:\n\nDan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Anfal\u002F8: 41)\n\nAyat Surah al-Qadr menyatakan bahwa turunnya Al-Qur'an dari Lauh Mahfudh ke Baitul-'Izzah jelas pada malam Lailatul Qadr. Ayat Surah ad-Dukhan menguatkan turunnya Al-Qur'an pada malam yang diberkahi, ayat Surah al-Baqarah menunjukkan turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadan. Sedangkan Surah al-Anfal\u002F8: 41 di atas menerangkan penyelesaian pembagian rampasan perang pada Perang Badar. Perang ini disebut yaumul-furqan karena merupakan pertempuran antara tentara Islam dengan tentara kafir, di mana kemenangan berada di tangan tentara Islam. \n\nDalam ayat ini diungkapkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an pertama kali kepada Nabi saw pada malam yang mulia. Kemudian diturunkan terus-menerus secara berangsur-angsur menurut peristiwa dan suasana yang menghendakinya dalam jangka waktu dua puluh dua tahun lebih sebagai petunjuk bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti.\n\nSehubungan dengan uraian di atas, para ulama mengatakan bahwa kata anzala dan nazzala berbeda penggunaan dan maknanya. Oleh sebab itu, makna anzalnahu dalam Surah al-Qadr menunjukkan turunnya kitab suci Al-Qur'an pertama kali dan sekaligus dari Lauh Mahfudh ke langit dunia. Kemudian diturunkan berangsur-angsur dari langit dunia kepada Nabi Muhammad, yang dibawa oleh Malaikat Jibril selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Sedangkan makna nazzala bermakna diturunkan berangsur-angsur.\n\nTidak diragukan lagi bahwa manusia sangat memerlukan Al-Qur'an sebagai pedoman yang menjelaskan sesuatu yang mereka ragukan dalam hal-hal yang berhubungan dengan soal-soal keagamaan atau masalah-masalah duniawi. Al-Qur'an juga menerangkan kepada mereka kejadian manusia dan kejadian yang akan datang ketika datangnya hari kebangkitan.\n\nManusia memerlukan pegangan tersebut karena tanpanya, mereka tidak dapat memahami prinsip-prinsip kemaslahatan yang sebenarnya untuk membentuk peraturan-peraturan dan undang-undang. Oleh sebab itu, benarlah pendapat yang menyatakan bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari agama dan petunjuk rohani yang menentukan ukuran dan nilai sesuatu setelah mengetahui secara ilmiah keadaan dan khasiat sesuatu."]